Author: Rayzha Rafikasari
•04.31.00
Suatu hari seorang tua bijak
didatangi seorang pemuda yang sedang dirundung masalah. Tanpa membuang waktu
pemuda itu langsung menceritakan semua masalahnya.
Pak tua bijak hanya mendengarkan dengan seksama, lalu dia mengambil segenggam
serbuk pahit dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya
serbuk pahit itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan.
|
Author: Rayzha Rafikasari
•19.41.00
Seorang pekerja pada proyek bangunan
memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi.
Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya
yang ada di bawahnya.
Pekerja itu berteriak-teriak, tetapi temannya tidak dapat mendengarnya karena
suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya
sia-sia saja.
Untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya, ia mencoba melemparkan uang
logam di depan orang tsb. Orang itu berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu
bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang keduapun
memperoleh hasil yang sama.
Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah
orang itu. Batu kecil itu tepat mengenai kepala orang itu, dan karena
merasa sakit, orang itu menengadah ke atas. Sekarang pekerja itu
dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesan pentingnya.
|
Author: Rayzha Rafikasari
•19.23.00
Di sebuah kerajaan, sang raja memiliki kegemaran berburu.
Suatu hari, ditemani penasehat dan pengawalnya raja pergi berburu ke hutan.
Karena kurang hati-hati, terjadilah kecelakaan, jari kelingking raja
terpotong oleh pisau yang sangat tajam.
Raja bersedih dan meminta pendapat dari seorang penasihatnya. Sang
penasehat mencoba menghibur dengan kata-kata manis, tapi raja tetap sedih.
Karena tidak tahu lagi apa yang mesti diucapkan untuk menghibur raja, akhirnya
penasehat itu berkata: "Baginda, apa pun yang terjadi patut
disyukuri".
|
Author: Rayzha Rafikasari
•19.07.00
Sekelompok alumni satu University
California of Bekeley yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan
mendatangi professor kampus mereka yang telah tua.
Percakapan segera terjadi dan
mengarah pada komplain tentang stess di pekerjaan dan kehidupan mereka.
Profesor menawari tamu-tamunya kopi,
kemudian pergi ke dapur dan kembali dengan poci besar berisi kopi serta cangkir
berbagai jenis - dari porselin, plastik, gelas, kristal, gelas biasa, beberapa
diantara gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah - dan mengatakan pada
para mantan mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya.
|